Monday, June 5, 2017

DERITA PASTI SIRNA, YANG TERSISA TINGGAL PAHALA

DERITA PASTI SIRNA, YANG TERSISA TINGGAL PAHALA

DERITA PASTI SIRNA, YANG TERSISA TINGGAL PAHALA
Saudaraku,
semoga Allah senantiasa merahmati Anda
ketahuilah bahwa Anda akan dihadapkan pada kelelahan yang luar biasa.
Ujian demi ujian serta tertimpa cobaan demi cobaan saat Anda menempuh jalan kebenaran serta menyibukkan diri dengan perjuangan Islam.
Namun, jika Anda tetap tegar dalam di atas kebenaran dan bersabar dalam menghadapi cobaan, pasti penderitaan akan segera sirna dan kelelahan akan hilang
Yang tersisa tinggallah balasan yang baik dan pahala bagi Anda, in Shaa Allah
Bukankah orang yang berpuasa di tengah terik matahari itu hilang rasa hausnya ketika ia meneguk seteguk air saat berbuka puasa?

Saat itu ia mengulang-ngulang doa yang pernah diajarkan Rasulullah saw.:
“Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan yang tersisa adalah pahala, in shaa Allah (HR Abu Dawud, ad-Darututhni, al-Baihaqi dan al-Hakim)

Kita Anda masuk dan menginjakkan kaki di surga
Saat itu segala kelelahan yang pernah Anda rasakan
Duka yang dulu mendera Anda
Dan luka yang Anda alami di jalan Allah SWT sirna seketika
Saat itu

Dikatakan kepada Anda, “Apakah Anda pernah merasakan merasakan penderitaan sebelum ini?” Anda menjawab setelah dicelupkan sekali ke surga,
“Demi Allah, saya tidak pernah merasakan penderitaan sebelum ini.” (Lohat. HR Muslim, Ahmad dan Ibn Majah dalam hadis penuturan Anas bin Malik ra.)

DERITA PASTI SIRNA, YANG TERSISA TINGGAL PAHALA
Kelelahan dan penderitaan Anda tidak akan ada lagi
Sebab,
Segalanya berubah menjadi kegembiraan, kebahagiaan dan kenikmatan
Anda juga memperoleh anugrah balasan yang baik dan pahala.
Allah SWT pun akan menambah karunia-Nya kepada Anda dan memuliakan Anda sesuai dengan kemuliaan dan kedermawanan-Nya.
Saat itu,
Anda akan berangan-angan, seandainya saja Anda dulu mencurahkan tenaga dan mengalami kelelahan lebih banyak lagi di jalan Agama Anda
Saat itu,
Anda pun akan berangan-angan
Seandainya di dunia Andatidak tidur lebih lama demi agama Allah
Seandainya Anda bepergian lebih lama dan meninggalkan dunia lebih banyak lagi
Seandainya Anda berkorban di jalan Allah lebih banyak lagi daripada apa yang telah Anda korbankan selama ini
Tidak hanya itu,
Anda juga akan berangan-angan sebagaimana angan-angan orang yang mati syahid-yaitu seandainya
Anda dikembalikan lagi ke dunia agar bisa meraih kematian di jalan Allah; Anda dibunuh, lalu dihidupkan lagi, dibunuh lagi, dihidupkan lagi, dibunuh lagi dan seterusnya-hingga syahid berkali-kali- karena Anda melihat karunia dari Allah di dalamnya dan bagaimana Allah SWT memuliakan para syuhada (Lihat: HR al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari penuturan Anas bin Malik ra.)

(TULISAN INI DI KUTIP DARI BUKU : RISALAH ILAA MAN YA’MALU LI AL-ISLAM-DR.NAJIH IBRAHIM)
Share:

Saturday, June 3, 2017

Poligami Baik Untuk Kesehatan Dan Panjang Umur

Poligami Baik Untuk Kesehatan Dan Panjang Umur
Poligami Baik Untuk Kesehatan Dan Panjang Umur

Ternyata Poligami Itu Baik Untuk Kesehatan Dan Panjang Umur. Kata dari Poligami memang sudah menjadi salah satu trending topik yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Poligami bukan hal baru lagi untuk di dengar, sebuah penelitian mengemukakan bahwa poligami bermanfaat juga bagi kesehatan anda? apakah benar hal demikian marikita simak penjelasannya.
Virpi Lumma mempublikasikan bawah tentang sebuah hubungan poligami akan berumur panjang di dalam sebuah pertemuan tahun international .New york Amerika serikat.Dari hasil riset tersebut sudah di simpulkan bahwa pria yang melakukan poligami atau memiliki banyak istri lebih dari satu memiliki umur yang panjang hingga 13 % bila dibandingkan pria yang monogami.Hal ini sudah di buktikan oleh 140 negara penganut poligami dengan melibatkan lelaki berusia 60 tahunan.
Dan Lumam jugan menjelaskan bahwa pria yang melakukan poligami dia memiliki kualitas alat reproduksi yang baik bahkan hingga berumur hampir sekitar 70 tahun.Dan hal ini yang diperkirakan sebagai penyenabnya mengapa pria yang berpoligami memiliki umur yang lebih panjang,bahwa pria yang berpoligami memiliki umur yang lebih panjang itu berkaitan dengan faktor sosial dan genetika apakah itu benar? Para peneliti sepakat bahwa pria yang memiliki istri lebih dari satu,yang mampu mengurus dirinya akan lebih baik .Tentu dapat memiliki kesehatan yang lebih baik lagi.
Kebutuhan seksual memang penting bagi sebuah hubungan atau rumah tangga.Kesuburan tersebut yang akan mempengaruhi fungsi hormon dan mengatur metabolisme tubuh anda.Kinerja hormon berbanding lurus dengan kesuburan dan akan semakin membuat pria menjadi semakin lebih sehat dan kuat.
Dan tidak hanya pada pria, wanita yang dipoligami pun ternya memilki umur yang lebih panjang.Fenomena ini disebut oleh para penelitian sebgai efek yang dapat menjelaskan mengapa wanita yang dipoligami memiliki umur yang lebih panjang terlebih jika telah melewati masa menopausenya. Dan Lumma mengatakan bahwa setiap 10 menit, seorang wanita yang berhasil melewati masa menopause maka kebahagiaanya lebih bertambah menjadi dua kali lipat banyaknya.
Hal ini disebabkan banyaknya cucu serta perhatian dari anaknya yang membuat ia lebih bahagia dan menginginkan hidup yang lebih panjang dan lama lagi.Manfaat poligami yang lainnya yaitu adanya dorongan dan motivasi agar terus menghidupi dan memberikan nafka bagi anak dan istrinya jadi poligami itu tidak ada salahnya apa bilang mencukupi kehidupan anda.
Share:

Monday, May 29, 2017

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari



Resolusi Jihad NU adalah salah satu bukti bahwa Umat Islam Indonesia selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tanpa adanya Resolusi Jihad NU ini, mungkin kita masih terjajah oleh Sekutu yang saat itu ingin kembali menguasai Indonesia setelah sukses mengalahkan Jepang dalam perang dunia II. 

Dengan adanya Resolusi Jihad NU tersebut, Umat Islam menjadi terbakar semangatnya untuk berperang karena selain tak ingin kembali terjajah oleh Belanda, mereka juga merindukan mati syahid yang sudah dijanjikan akan memperoleh jaminan masuk surga oleh Allah Swt.

Sebelum terjadinya peristiwa perang antara arek surabaya melawan tentara Inggris tanggal 10 Nopember 1945, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Fatwa Jihad bagi seluruh umat islam yang berada dekat dengan Kota Surabaya untuk mau ikut berperang melawan penjajah. 

Itulah Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945. Sejak masa perjuangan, peran para ulama dan kyai khususnya di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak bisa diabaikan apalagi dihapuskan. 
Sejak zaman penjajahan Belanda, sejumlah nama ulama NU selalu berperan aktif dalam perjuangan. Seperti Rais Akbar NU Hadlratussyaikh Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah (selain tokoh NU, juga pendiri Majelis Islam 'Ala Indonesia, 1937), KH Machfudz Siddiq (Jember), KH Ma'shum (Lasem), KH. Raden Asnawi (Kudus) dll. 

Para Ulama Sepuh diatas lebih banyak melakukan perjuangan diplomasi lewat organisasi dan mengiringi proses pembentukan watak dan karakter bangsa (nation and character building).

Ada juga sejumlah kyai NU yang memilih berjuang dengan mengangkat senjata seperti yang dilakukan oleh KH Zainal Mustafa dari Pesantren Sukamanah (Ketua PCNU Tasikmalaya) pada tahun 1944. 

Perlawanan ini sebenarnya sebagai prolog dari perlawanan di daerah lain, Cirebon, Cianjur, hingga Blitar atau yang terkenal dengan Pemberontakan Supriyadi Blitar. 

Kita juga jangan melupakan peran KH Abbas di Cirebon (ayahanda KH Abdullah Abbas) dalam melawan Jepang danKH Ruchiyat (ayahanda KH Ilyas Ruchiyat, mantan Rais Aam PBNU) pula, yang pesantrennya pernah diberondong Belanda pada masa revolusi.

Pada masa-masa Jepang, aktivitas persiapan perang sudah dilakukan. Bagi kalangan pesantren telah dikenal adanya Laskar Hizbullah (kader-kader pesantren) dan Laskar Sabilillah (para kiai dan ulama). Mereka dilatih di Cibarusah, dekat Bogor sejak 1943. 

Dari mereka inilah, ketika mempertahankan kemerdekaan 1945-1949 (revolusi) mereka tampil menjadi komandan pasukan. Seperti KH Masjkur (dari Singosari, ayah mertua KH Tolchah Hasan) dan KH Zainul Arifin sebagai pemimpin Laskar Sabilillah. Sedang di Laskar Hizbullah terdapat nama KH M. Hasyim Latief (pendiri YPM Sepanjang) dan KH Munasir Ali (Sekjen PBNU).

Berdasarkan hasil dari keputusan yang dihasilkan dari Rapat Besar Konsul-konsul Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur, Maka dikeluarkanlah sebuah Resolusi Jihad untuk mempertahankan tanah air Indonesia. 

Melalui konsul-konsul yang datang ke pertemuan tersebut, seruan ini kemudian disebarkan ke seluruh lapisan pengikut NU khususnya dan umat Islam umumnya di seluruh pelosok Jawa dan Madura. 

Berikut ini adalah isi dari Resolusi Jihad NU sebagaimana pernah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945. Salinan di bawah ini telah disesuaikan ejaannya untuk masa kini :

Bismillahirrahmanirrahim

Resolusi
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Perhimpunan Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya:Mendengar:

Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.Menimbang:

a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam

b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.

Mengingat:
a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.

b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.

c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.

d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.

Memutuskan:

1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannya.

2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.


Sungguh disayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang sejak dahulu tidak mau menghargai Resolusi Jihad NU ini sebagai salah satu sejarah penting bangsa Indonesia. Bahkan, ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para santri dan kyai dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Namun, di luar itu semua, saya memberikan apresiasi kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang rencananya hari ini, tanggal 22 Oktober 2015 akan menetapkan dan mendeklarasikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasionaluntuk mengenang dan menghargai keberadaan Resolusi Jihad NU sebagai salah satu komponen sejarah terbentuknya NKRI.  

Seperti Kata Bung Karno : "Jangan sekali-sekali melupakan sejarah" dan "bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya". 

semoga kita sebagai generasi muda Indonesia mau untuk kembali belajar sejarah Indonesia agar kita dapat mengambil manfaat dan teladan dari cerita para pahlawan terdahulu yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya demi bangsa, negara dan agamanya.

Di Hari Kamis, 9 Muharram 1437 H yang juga bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2015 ini, Marilah bersama-sama kita dukung #HariSantri22Oktober dan Gerakan #AyoMondok di Indonesia ! Allahu Akbar, Allahu Akbar,Allahu Akbar !
Diolah dari berbagai sumber


Share:

SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA


*SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA*
Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra.
Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak.
Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.
“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa inna'ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”
Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.
“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.
“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka, karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu," lanjut Ibrahim.
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.
Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.
Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.
“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang do'anya sudah makbul lagi," kata malaikat satunya.
"Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA
*Sahabat...*
Luar biasa cerita ini, seolah menampar kita. Jangankan sebutir kurma, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak hak orang lain yg kita rebut selama ini? Dengan menghalalkan segala cara berbisnis, menggarap proyek, berpolitik, berkuasa untuk mendapatkan materi.
Setelah materi di tangan, tanpa sadar kita menganggap itu hak kita, rizki kita sepenuhnya.
Kalau sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dengan puluhan juta ratusan juta, bahkan milyaran, uang yg kita ambil selama ini sebenarnya bukan sepenuhnya hak kita?
Itu akhirnya membuat kita jauh dari ALLAH. Sulit menerima hidayah, sehingga berani menentang aturan ALLAH. Mudah menghalalkan segala cara. Mudah berbohong. Tidak malu ingkar janji.
Kenapa..?
Karena harta yg masuk perut kita terlalu kotor keadaannya.
Dampak lebih jauh, anak2 nakal, suami/istri ribut, banyak penyakit, sering kena tipu, keluarga galau, dan lain gangguan semacamnya.

Itulah kemungkinan disebabkan oleh harta yg sebenarnya bukan hak kita.
Harta *penghalang doa* semacam ini yg membuat doa-doa kita tidak sampai ke langit.
Wallahu a'lam bi showab...
Moga menambah manfaat buat keimanan kita kepada ALLAH SWT. Amiiin
Share:

Sunday, May 28, 2017

Warga Depok Kecewa Polisi Larang FPI Sweeping Geng Motor

Warga Depok Kecewa Polisi Larang FPI Sweeping Geng Motor

Beberapa warga Depok, Jawa Barat merasa kecewa terhadap aparat kepolisian yang melarang anggota FPI sweeping geng motor.

Beberapa warga Depok setuju anggota FPI menertibkan geng motor yang telah meresahkan warga.

“Anggota FPI sweeping geng motor untuk membuat warga nyaman. harusnya polisi mendukung semacam sistem keamanan lingkungan (siskampling),” kata Yayan Kurniawan kepada suaranasional, Ahad (28/5).

Menurut Yayan, harusnya aparat kepolisian berterima kasih kepada FPI yang membantu menjaga ketertiban masyarakat.

“Setelah adanya operasi anggota FPI, geng motor di Depok agak menurun,” jelas Yayan.

Warga Depok lainnya, Budi Sudjana meminta polisi kerja sama dengan FPI dalam mentertibkan geng motor.

“Saya kira perlu komunikasi antara FPI dan polisi dalam menertibkan geng motor di Depok maupun daerah lainnya,” paparnya.

Budi Sudjana mengaku berterima kasih kepada FPI yang ikut menertibkan keberadaan geng motor.

“Saya menyakini warga Depok maupun lainnya setuju FPI dalam menertibkan geng motor,” pungkas Budi Sudjana.

Padahal FPI dan FBR melakukan kerja sama memberantas geng motor di Bekasi.

Sedikitnya 11 anggota geng motor Tambun 45 diringkus Kepolisian Sektor Pondok Gede bersama Laskar Front Pembela Islam dan Forum Betawi Rempug di Jalan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

“Mereka ditangkap setelah dihalau ketika menuju ke Taman Mini Indonesia Indah,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar, Jumat, 26 Mei 2017.

“Sebetulnya, jumlah mereka mencapai 120 orang, tapi banyak yang meloloskan diri,” ujar Hero. 
Share:

Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi

Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi


Pasca melarang ormas FPI dan FBR membantu warga menumpas kebrutalan geng motor, Ahad dinihari 28 Mei 2017, seorang warga melaporkan adanya kekerasan terhadap pengguna jalan yang dilakukan oleh anggota geng motor.
Akibatnya, warga pun mengejar anggota geng motor tersebut.
Menurut seorang warga yang ada di lokasi kejadian, Muhammad Zakaria, sebelum tertangkap, tiga orang diduga anggota geng motor sempat terlibat kejar-kejaran dengan warga dari arah Jalan Margonda.
Kejar-kejaran itu berakhir saat seorang terduga anggota geng motor terjatuh di Jalan Raya Bogor di kawasan Cimanggis, Depok.
“Mereka jatuh di pertigaan Jalan Raya Bogor arah Mako Brimob. Terus dihakimi warga sampai polisi datang di TKP,” kata Zakaria.
Zakaria sempat merekam video situasi saat tiga orang diduga anggota geng motor itu ditangkap. Ia mengunggah video itu ke akun Instagramnya.
Dari informasi yang diterima Zakaria, ketiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap sebelumnya
dilaporkan melakukan kekerasan terhadap seorang pengguna jalan di Jalan Margonda.
“Sebelumnya mereka nyerang satu cewek, dibacok mas di daerah ITC Depok,” ujar Zakaria.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Depok, Ajun Komisaris Firdaus menyatakan tiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap masih diperiksa di Mapolres Kota Depok.

Karena itu, saat ini Firdaus belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.
“Memang ada penangkapan pemuda yang melakukan penganiayaan,” ujar Firdaus
Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi
.
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/28/09580051/tiga.remaja.diduga.anggota.geng.motor.dihakimi.massa.di.depok
———

Upaya warga dan organisasi kemasyarakatan mengamankan diri dari serangan brutal geng motor yang sudah sangat meresahkan, sempat dituding oleh TMC Polda Metro Jaya, sebagai tindakan tidak terpuji.
Bahkan, Polresta Depok sempat mencegah ormas yang ingin membantu memberi rasa aman pada warga dengan tudingan bahwa ormas tersebut tidak memiliki kewenangan.
Adanya peristiwa penangkapan 3 anggota geng motor oleh warga Depok dinihari tadi membuktikan bahwa polisi belum mampu secara maksimal menciptakan suasana aman, bahkan hanya sekedar memberi rasa aman pada warga.


Maka jika ada upaya swadaya dari masyarakat untuk menciptakan rasa aman, setidaknya di lingkungan mereka sendiri, sudah selayaknya upaya tersebut diapresiasi.
Share:

Diisukan Bakar Alkitab, Massa Kristen Aniaya Kapolres Jayapura Dan Bacok Ajudannya; Belajarlah dari Umat Islam

Diisukan Bakar Alkitab, Massa Kristen Aniaya Kapolres Jayapura Dan Bacok Ajudannya; Belajarlah dari Umat Islam


Aksi anarkis pecah di depan Korem 172/PWY Jayapura, Kamis (25/5/2017) pukul 12.15 WIT. Dimana ada penutupan jalan yang dilakukan massa lantaran beredarnya informasi ada oknum membakar alkitab.

Buntut dari aksi itu, Kasdam XVII Cendrawasih, Dandim 1701 Jayapura dan Kapolresta Jayapura datang memenangkan massa.

Namun, massa justru kian beringas.

Akibatnya pengawal Kasdam luka-luka, ajudan Kapolres dibacok dan Kapolres luka-luka terkena lemparan batu dan sempat dikeroyok.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar membantah kabar soal tewasnya ajudan Kapolres Jayapura.

Namun, memang situasi sempat anarkis dan berhasil dibubarkan.

"Jadi memang ada tumpukan kertas di bak sampah kemudian dibakar. Nah itu diisukan orang tidak bertanggung jawab kalau itu tumpukan bukunya alkitab," tutur jenderal bintang dua itu saat dihubungi wartawan.

Boy menambahkan saat ini tim Polda Papua dan Koramil sedang menyelidiki apakah sebenarnya tumpukan kertas tersebut.

"Sekarang, tim Polda Papua dan Koramil di sini lagi menyelidiki tumpukan kertas itu. Jadi tidak benar itu dibakar langsung," katanya.

Mantan Kadiv Humas Polri itu pun turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau keadaan. Dia berharap kabar tak benar itu bisa diluruskan.

"Tolong diluruskan biar tidak meluas," ucapnya.


Sungguh sangat disayangkan apabila warga main hakim sendiri, terlebih atas isu yang belum tentu benar dan disebarkan pihak tak bertanggung jawab.

Ini sekaligus pembelajaran:

1. Soal penistaan agama adalah hal yang sangat sensitif, apapun agama yang dihina pasti umatnya tidak akan terima.

2. Belajarlah dari GNPF-MUI dan Umat Islam yang bijak dan damai menyikapi soal penistaan agama:

- GNPF bergerak setelah kasusnya jelas, yaitu setelah keluarnya 'Fatwa' MUI

- Umat Islam dibawah komando GNPF melakukan Aksi-aksi damai, Jutaan massa berkumpul namun tak ada anarkis, gereja aman, bahkan ada penganten yang dipayungi dikawan dan diantar ke gereja Katedral yang lokasinya di dekat Masjid Istiqlal.

3. Tidak boleh main hakim sendiri, bawa ke pengadilan dan kawal proses hukumnya sampai keluar vonis hakim.

4. Maka usulan untuk menghapus Pasal Penistaan Agama adalah keliru besar. Karena penghapusan pasal penistaan agama hanya akan membuat masyarakat main hakim sendiri akibatnya kekacauan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

5. Jangan lagi tuduh umat Islam radikal, anarkis, pengacau, dll. Bukankah tak pernah ada tuduhan "Radikal" pada umat agama lain? Walaupun jelas-jelas terbukti seperti kasus di Jayapura ini. Sebelumnya di Tolikara. Tak pernah ada cap "Kristen Radikal", "Hindu Radikal". dll. Kenapa hanya Islam yang dicap Radikal? Padahal terbukti Umat Islam paling damai.
Share: