Monday, May 29, 2017

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari

Sejarah Resolusi Jihad NU, Sebuah Fatwa dari KH. Hasyim Asy'ari



Resolusi Jihad NU adalah salah satu bukti bahwa Umat Islam Indonesia selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tanpa adanya Resolusi Jihad NU ini, mungkin kita masih terjajah oleh Sekutu yang saat itu ingin kembali menguasai Indonesia setelah sukses mengalahkan Jepang dalam perang dunia II. 

Dengan adanya Resolusi Jihad NU tersebut, Umat Islam menjadi terbakar semangatnya untuk berperang karena selain tak ingin kembali terjajah oleh Belanda, mereka juga merindukan mati syahid yang sudah dijanjikan akan memperoleh jaminan masuk surga oleh Allah Swt.

Sebelum terjadinya peristiwa perang antara arek surabaya melawan tentara Inggris tanggal 10 Nopember 1945, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Fatwa Jihad bagi seluruh umat islam yang berada dekat dengan Kota Surabaya untuk mau ikut berperang melawan penjajah. 

Itulah Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945. Sejak masa perjuangan, peran para ulama dan kyai khususnya di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak bisa diabaikan apalagi dihapuskan. 
Sejak zaman penjajahan Belanda, sejumlah nama ulama NU selalu berperan aktif dalam perjuangan. Seperti Rais Akbar NU Hadlratussyaikh Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah (selain tokoh NU, juga pendiri Majelis Islam 'Ala Indonesia, 1937), KH Machfudz Siddiq (Jember), KH Ma'shum (Lasem), KH. Raden Asnawi (Kudus) dll. 

Para Ulama Sepuh diatas lebih banyak melakukan perjuangan diplomasi lewat organisasi dan mengiringi proses pembentukan watak dan karakter bangsa (nation and character building).

Ada juga sejumlah kyai NU yang memilih berjuang dengan mengangkat senjata seperti yang dilakukan oleh KH Zainal Mustafa dari Pesantren Sukamanah (Ketua PCNU Tasikmalaya) pada tahun 1944. 

Perlawanan ini sebenarnya sebagai prolog dari perlawanan di daerah lain, Cirebon, Cianjur, hingga Blitar atau yang terkenal dengan Pemberontakan Supriyadi Blitar. 

Kita juga jangan melupakan peran KH Abbas di Cirebon (ayahanda KH Abdullah Abbas) dalam melawan Jepang danKH Ruchiyat (ayahanda KH Ilyas Ruchiyat, mantan Rais Aam PBNU) pula, yang pesantrennya pernah diberondong Belanda pada masa revolusi.

Pada masa-masa Jepang, aktivitas persiapan perang sudah dilakukan. Bagi kalangan pesantren telah dikenal adanya Laskar Hizbullah (kader-kader pesantren) dan Laskar Sabilillah (para kiai dan ulama). Mereka dilatih di Cibarusah, dekat Bogor sejak 1943. 

Dari mereka inilah, ketika mempertahankan kemerdekaan 1945-1949 (revolusi) mereka tampil menjadi komandan pasukan. Seperti KH Masjkur (dari Singosari, ayah mertua KH Tolchah Hasan) dan KH Zainul Arifin sebagai pemimpin Laskar Sabilillah. Sedang di Laskar Hizbullah terdapat nama KH M. Hasyim Latief (pendiri YPM Sepanjang) dan KH Munasir Ali (Sekjen PBNU).

Berdasarkan hasil dari keputusan yang dihasilkan dari Rapat Besar Konsul-konsul Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur, Maka dikeluarkanlah sebuah Resolusi Jihad untuk mempertahankan tanah air Indonesia. 

Melalui konsul-konsul yang datang ke pertemuan tersebut, seruan ini kemudian disebarkan ke seluruh lapisan pengikut NU khususnya dan umat Islam umumnya di seluruh pelosok Jawa dan Madura. 

Berikut ini adalah isi dari Resolusi Jihad NU sebagaimana pernah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945. Salinan di bawah ini telah disesuaikan ejaannya untuk masa kini :

Bismillahirrahmanirrahim

Resolusi
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Perhimpunan Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya:Mendengar:

Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.Menimbang:

a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam

b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.

Mengingat:
a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.

b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.

c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.

d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.

Memutuskan:

1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannya.

2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.


Sungguh disayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang sejak dahulu tidak mau menghargai Resolusi Jihad NU ini sebagai salah satu sejarah penting bangsa Indonesia. Bahkan, ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para santri dan kyai dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Namun, di luar itu semua, saya memberikan apresiasi kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang rencananya hari ini, tanggal 22 Oktober 2015 akan menetapkan dan mendeklarasikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasionaluntuk mengenang dan menghargai keberadaan Resolusi Jihad NU sebagai salah satu komponen sejarah terbentuknya NKRI.  

Seperti Kata Bung Karno : "Jangan sekali-sekali melupakan sejarah" dan "bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya". 

semoga kita sebagai generasi muda Indonesia mau untuk kembali belajar sejarah Indonesia agar kita dapat mengambil manfaat dan teladan dari cerita para pahlawan terdahulu yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya demi bangsa, negara dan agamanya.

Di Hari Kamis, 9 Muharram 1437 H yang juga bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2015 ini, Marilah bersama-sama kita dukung #HariSantri22Oktober dan Gerakan #AyoMondok di Indonesia ! Allahu Akbar, Allahu Akbar,Allahu Akbar !
Diolah dari berbagai sumber


Share:

SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA


*SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA*
Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra.
Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak.
Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.
“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa inna'ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”
Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.
“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.
“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka, karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu," lanjut Ibrahim.
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.
Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.
Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.
“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang do'anya sudah makbul lagi," kata malaikat satunya.
"Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA
*Sahabat...*
Luar biasa cerita ini, seolah menampar kita. Jangankan sebutir kurma, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak hak orang lain yg kita rebut selama ini? Dengan menghalalkan segala cara berbisnis, menggarap proyek, berpolitik, berkuasa untuk mendapatkan materi.
Setelah materi di tangan, tanpa sadar kita menganggap itu hak kita, rizki kita sepenuhnya.
Kalau sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dengan puluhan juta ratusan juta, bahkan milyaran, uang yg kita ambil selama ini sebenarnya bukan sepenuhnya hak kita?
Itu akhirnya membuat kita jauh dari ALLAH. Sulit menerima hidayah, sehingga berani menentang aturan ALLAH. Mudah menghalalkan segala cara. Mudah berbohong. Tidak malu ingkar janji.
Kenapa..?
Karena harta yg masuk perut kita terlalu kotor keadaannya.
Dampak lebih jauh, anak2 nakal, suami/istri ribut, banyak penyakit, sering kena tipu, keluarga galau, dan lain gangguan semacamnya.

Itulah kemungkinan disebabkan oleh harta yg sebenarnya bukan hak kita.
Harta *penghalang doa* semacam ini yg membuat doa-doa kita tidak sampai ke langit.
Wallahu a'lam bi showab...
Moga menambah manfaat buat keimanan kita kepada ALLAH SWT. Amiiin
Share:

Sunday, May 28, 2017

Warga Depok Kecewa Polisi Larang FPI Sweeping Geng Motor

Warga Depok Kecewa Polisi Larang FPI Sweeping Geng Motor

Beberapa warga Depok, Jawa Barat merasa kecewa terhadap aparat kepolisian yang melarang anggota FPI sweeping geng motor.

Beberapa warga Depok setuju anggota FPI menertibkan geng motor yang telah meresahkan warga.

“Anggota FPI sweeping geng motor untuk membuat warga nyaman. harusnya polisi mendukung semacam sistem keamanan lingkungan (siskampling),” kata Yayan Kurniawan kepada suaranasional, Ahad (28/5).

Menurut Yayan, harusnya aparat kepolisian berterima kasih kepada FPI yang membantu menjaga ketertiban masyarakat.

“Setelah adanya operasi anggota FPI, geng motor di Depok agak menurun,” jelas Yayan.

Warga Depok lainnya, Budi Sudjana meminta polisi kerja sama dengan FPI dalam mentertibkan geng motor.

“Saya kira perlu komunikasi antara FPI dan polisi dalam menertibkan geng motor di Depok maupun daerah lainnya,” paparnya.

Budi Sudjana mengaku berterima kasih kepada FPI yang ikut menertibkan keberadaan geng motor.

“Saya menyakini warga Depok maupun lainnya setuju FPI dalam menertibkan geng motor,” pungkas Budi Sudjana.

Padahal FPI dan FBR melakukan kerja sama memberantas geng motor di Bekasi.

Sedikitnya 11 anggota geng motor Tambun 45 diringkus Kepolisian Sektor Pondok Gede bersama Laskar Front Pembela Islam dan Forum Betawi Rempug di Jalan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

“Mereka ditangkap setelah dihalau ketika menuju ke Taman Mini Indonesia Indah,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar, Jumat, 26 Mei 2017.

“Sebetulnya, jumlah mereka mencapai 120 orang, tapi banyak yang meloloskan diri,” ujar Hero. 
Share:

Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi

Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi


Pasca melarang ormas FPI dan FBR membantu warga menumpas kebrutalan geng motor, Ahad dinihari 28 Mei 2017, seorang warga melaporkan adanya kekerasan terhadap pengguna jalan yang dilakukan oleh anggota geng motor.
Akibatnya, warga pun mengejar anggota geng motor tersebut.
Menurut seorang warga yang ada di lokasi kejadian, Muhammad Zakaria, sebelum tertangkap, tiga orang diduga anggota geng motor sempat terlibat kejar-kejaran dengan warga dari arah Jalan Margonda.
Kejar-kejaran itu berakhir saat seorang terduga anggota geng motor terjatuh di Jalan Raya Bogor di kawasan Cimanggis, Depok.
“Mereka jatuh di pertigaan Jalan Raya Bogor arah Mako Brimob. Terus dihakimi warga sampai polisi datang di TKP,” kata Zakaria.
Zakaria sempat merekam video situasi saat tiga orang diduga anggota geng motor itu ditangkap. Ia mengunggah video itu ke akun Instagramnya.
Dari informasi yang diterima Zakaria, ketiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap sebelumnya
dilaporkan melakukan kekerasan terhadap seorang pengguna jalan di Jalan Margonda.
“Sebelumnya mereka nyerang satu cewek, dibacok mas di daerah ITC Depok,” ujar Zakaria.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Depok, Ajun Komisaris Firdaus menyatakan tiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap masih diperiksa di Mapolres Kota Depok.

Karena itu, saat ini Firdaus belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.
“Memang ada penangkapan pemuda yang melakukan penganiayaan,” ujar Firdaus
Habis Larang FPI, Polisi KECOLONGAN! Jatuh Korban Geng Motor Lagi
.
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/28/09580051/tiga.remaja.diduga.anggota.geng.motor.dihakimi.massa.di.depok
———

Upaya warga dan organisasi kemasyarakatan mengamankan diri dari serangan brutal geng motor yang sudah sangat meresahkan, sempat dituding oleh TMC Polda Metro Jaya, sebagai tindakan tidak terpuji.
Bahkan, Polresta Depok sempat mencegah ormas yang ingin membantu memberi rasa aman pada warga dengan tudingan bahwa ormas tersebut tidak memiliki kewenangan.
Adanya peristiwa penangkapan 3 anggota geng motor oleh warga Depok dinihari tadi membuktikan bahwa polisi belum mampu secara maksimal menciptakan suasana aman, bahkan hanya sekedar memberi rasa aman pada warga.


Maka jika ada upaya swadaya dari masyarakat untuk menciptakan rasa aman, setidaknya di lingkungan mereka sendiri, sudah selayaknya upaya tersebut diapresiasi.
Share:

Diisukan Bakar Alkitab, Massa Kristen Aniaya Kapolres Jayapura Dan Bacok Ajudannya; Belajarlah dari Umat Islam

Diisukan Bakar Alkitab, Massa Kristen Aniaya Kapolres Jayapura Dan Bacok Ajudannya; Belajarlah dari Umat Islam


Aksi anarkis pecah di depan Korem 172/PWY Jayapura, Kamis (25/5/2017) pukul 12.15 WIT. Dimana ada penutupan jalan yang dilakukan massa lantaran beredarnya informasi ada oknum membakar alkitab.

Buntut dari aksi itu, Kasdam XVII Cendrawasih, Dandim 1701 Jayapura dan Kapolresta Jayapura datang memenangkan massa.

Namun, massa justru kian beringas.

Akibatnya pengawal Kasdam luka-luka, ajudan Kapolres dibacok dan Kapolres luka-luka terkena lemparan batu dan sempat dikeroyok.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar membantah kabar soal tewasnya ajudan Kapolres Jayapura.

Namun, memang situasi sempat anarkis dan berhasil dibubarkan.

"Jadi memang ada tumpukan kertas di bak sampah kemudian dibakar. Nah itu diisukan orang tidak bertanggung jawab kalau itu tumpukan bukunya alkitab," tutur jenderal bintang dua itu saat dihubungi wartawan.

Boy menambahkan saat ini tim Polda Papua dan Koramil sedang menyelidiki apakah sebenarnya tumpukan kertas tersebut.

"Sekarang, tim Polda Papua dan Koramil di sini lagi menyelidiki tumpukan kertas itu. Jadi tidak benar itu dibakar langsung," katanya.

Mantan Kadiv Humas Polri itu pun turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau keadaan. Dia berharap kabar tak benar itu bisa diluruskan.

"Tolong diluruskan biar tidak meluas," ucapnya.


Sungguh sangat disayangkan apabila warga main hakim sendiri, terlebih atas isu yang belum tentu benar dan disebarkan pihak tak bertanggung jawab.

Ini sekaligus pembelajaran:

1. Soal penistaan agama adalah hal yang sangat sensitif, apapun agama yang dihina pasti umatnya tidak akan terima.

2. Belajarlah dari GNPF-MUI dan Umat Islam yang bijak dan damai menyikapi soal penistaan agama:

- GNPF bergerak setelah kasusnya jelas, yaitu setelah keluarnya 'Fatwa' MUI

- Umat Islam dibawah komando GNPF melakukan Aksi-aksi damai, Jutaan massa berkumpul namun tak ada anarkis, gereja aman, bahkan ada penganten yang dipayungi dikawan dan diantar ke gereja Katedral yang lokasinya di dekat Masjid Istiqlal.

3. Tidak boleh main hakim sendiri, bawa ke pengadilan dan kawal proses hukumnya sampai keluar vonis hakim.

4. Maka usulan untuk menghapus Pasal Penistaan Agama adalah keliru besar. Karena penghapusan pasal penistaan agama hanya akan membuat masyarakat main hakim sendiri akibatnya kekacauan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

5. Jangan lagi tuduh umat Islam radikal, anarkis, pengacau, dll. Bukankah tak pernah ada tuduhan "Radikal" pada umat agama lain? Walaupun jelas-jelas terbukti seperti kasus di Jayapura ini. Sebelumnya di Tolikara. Tak pernah ada cap "Kristen Radikal", "Hindu Radikal". dll. Kenapa hanya Islam yang dicap Radikal? Padahal terbukti Umat Islam paling damai.
Share:

Saturday, May 27, 2017

Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa
Puasa adalah kewajiban umat muslim. Setiap muslim tentunya menginginkan ibadah puasanya menjadi sempurna sehingga dapat memanen pahala yang sangat banyak di bulan ramadhan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja, akan tetapi banyak hal-hal lain yang harus di tahan agar puasa kita tidak sia-sia dan mendapat ridho dari Allah SWT. Namun, banyak orang yang masih belum paham hal-hal apa saja yang dapat membatalkan ibadah puasa. Berikut beberapa hal yang dapat membatalkan puasa :
1. Makan Dan Minum
Hal yang dapat membatalkan puasa yang pertama adalah makan dan minum. Puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu juga makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.  Maka, memasukan benda baik berupa makanan atau minuman kedalam mulut secara sengaja yang menyebabkan makanan atau benda tersebut masuk kedalam perut dapat membatalkan puasa.
Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

2. Hubungan Badan
Melakukan hubungan badan pada siang hari pada suami atau istri juga hal yang dapat membatalkan puasa baik keluar mani ataupun tidak keluar mani. Yang tergolong dalam hubungan badan adalah, masuknya alat kelamin pria dengan wanita dalam keadaan sengaja dan sadar.
3. Muntah Dengan Sengaja
Hal yang dapat membatalkan puasa yang ke tiga adalah, muntah dengan sengaja. Muntah dengan sengaja seperti memasukan jari kedalam kerongkongan agar muntah, tapi tidak termasuk muntah karena sakit atau mabuk perjalanan. Orang yang tidak sengaja muntah, ia tidak diwajibkan mengganti puasanya, dan jika ia sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasa
4. Keluarnya Air Mani Karena Sentuhan
Dalam hal ini, mengeluarkan air mani menggunakan tangan atau bagian tubuh istri, seperti onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja adalah sama-sama hal yang dapat membatalkan puasa. Adapun, jika seseorang mimpi basah, maka tidak dikategorikan dalam batal puasa.
5. Menstruasi
Wanita pasti akan mengalami menstruasi. Periode menstruasi yang datang setiap bulan membuat wanita muslim tidak diperbolehkan puasa sampai wanita itu bersih dari menstruasi. Untuk mengganti puasa Ramadhan, wanita muslim diwajibkan mengganti puasa di lain waktu (qodho).
6. Gila
Salah satu syarat berpuasa adalah berakal. Orang gila tidak wajib berpuasa kecuali bila melakukan sesuatu secara sengaja yang mengantarkannya pada kegilaan. Seperti shock berlebihan karena suatu masalah yang membuat hilang akal untuk sementara, maka wajib mengganti puasanya di lain waktu.
7. Nifas
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim yang disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan. Wanita yang sedang nifas, tidak wajib untuk mengerjakan puasa , dan wajib menggantinya dilain waktu.
8. Murtad
Murtad adalah hal-hal yang dapat menyebabkan keluarnya seseorang dari agama islam. Seorang muslim atau muslimah yang sedang berpuasa kemudian keluar dari agama Islam atau murtad maka secara otomatis puasanya batal. Syarat wajib berpuasa adalah beragama Islam, maka gugurlah puasa seorang muslim atau muslimah ketika murtad. Apabila pada hari itu juga kembali menjadi muslim atau muslimah, maka wajib baginya mengqadha puasanya hari itu meskipun belum sempat makan atau minum.
9. Merokok
Merokok pada hakikatnya sama saja dengan makan dan minum. Bahwa merokok itu adalah makan asap atau minum asap. Dan tentu saja bukan sebatas asap rokok, asap-asap yang lain pun, kalau dihisap seperti menghisap rokok, termasuk hal yang dapat membatalkan puasa. Namun asap rokok yang ada di udara bebas, kalau terhisap tanpa sengaja dan bukan dalam konteks merokok, maka hal itu dianggap tidak membatalkan puasa.
10. Memasukan Benda Ke Lubang Dubur
Jika ada yang menyuntikkan sesuatu melalui dubur (anus), baik itu kadar yang sedikit atau banyak, tetap dinyatakan hal yang dapat membatalkan puasa. Karena ia telah memasukkan suatu benda ke lobang yang terbuka dan sengaja, meskipun zat yang dimasukkan tidak sampai ke usus ataupun lambung.
11. Berniat Untuk Batal Puasa
Jika seseorang berniat membatalkan puasa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa. Jika telah bertekad bulat dengan sengaja untuk membatalkan puasa dan dalam keadaan ingat sedang berpuasa, maka puasanya batal, walaupun ketika itu ia tidak makan dan minum.
Share:

Jangan Bercinta Setelah Buka Puasa, Ini Penjelasan Dokter

Jangan Bercinta Setelah Buka Puasa, Ini Penjelasan Dokter

Jangan Bercinta Setelah Buka Puasa, Ini Penjelasan Dokter : Bulan Ramadan semakin dekat. Salah satu pertanyaan yang kerap saat bulan suci itu adalah soal bercinta atau berhubungan intim.

Bercinta saat menjalani ibadah puasa hukumnya haram, tapi bukan berarti dilarang selama Ramadan. Hanya saja, perlu dicari waktu yang tepat di antara waktu setelah berbuka puasa dan imsak, dan tentu saja kalau bisa jangan sampai mengganggu ibadah yang lain, seperti salat tarawih. Baca: Puasa, Manfaatnya dari Langsing sampai Menghalau Racun 

Jangan Bercinta Setelah Buka Puasa, Ini Penjelasan Dokter - Menurut androlog Dr Heru Harsojo Oentoeng, sebenarnya tak ada waktu yang dibilang paling tepat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan selama Ramadan. Suami-istri boleh melakukan hubungan badan kapan pun setelah berbuka puasa atau sebelum imsak, tapi tetap perlu dipahami kapan waktu yang lebih baik.

“Sebaiknya jangan dilakukan langsung setelah berbuka puasa. Biasanya sehabis berbuka, orang pada kekenyangan jadi tidak baik melakukan hubungan badan karena aliran darah ke perut lebih banyak sehingga ereksi pun tak bisa maksimal,” ujar Heru menjelaskan.

Hal yang sama juga terjadi setelah makan sahur. Perut kenyang sehingga tidak baik bila langsung berhubungan intim. Heru menyarankan hubungan intim tersebut dilakukan beberapa jam setelah berbuka puasa, bisa juga setelah tarawih atau sebelum sahur. Artikel lainnya: Serangan pada Tubuh Saat Puasa Pertama Ramadan 

“Pada intinya, bercinta atau berhubungan intim itu bisa dilakukan kapan saja di malam bulan puasa, tak ada waktu khusus yang paling bagus. Tapi sebaiknya beri jeda setelah makan, jangan dilakukan saat perut sedang kenyang,” ujar dokter yang berpraktik di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta, itu.
Share:

Simak Tips Berikut, Mau Bercinta saat Bulan Puasa?

Mau Bercinta saat Bulan Puasa? Simak Tips Berikut

Mau Bercinta saat Bulan Puasa? Simak Tips Berikut : 

Ketika memasuki bulan puasa, maka hubungan seks di siang hari pun ikut berpuasa. Lalu, bagaimana tips seks di bulan puasa agar hubungan tetap romantis?
Pertanyaan yang sering kali dilontarkan oleh pasangan suami-istri, karena mereka merasa kesulitan untuk berhubungan seks dengan pasangan akibat kondisi fisik yang terlalu letih setelah seharian berpuasa.
Inilah tips seks di bulan puasa agar hubungan tetap romantis.
Pertama, lupakan soal rasa stres akibat pekerjaan dan rutinitas yang kerap membuat otak dan tubuh tidak merespon stimuli baik verbal dan non verbal.
Lakukan seks kala Anda dan pasangan sudah siap dan sudah selesai menunaikan ibadah, hal ini penting agar saat berhubungan seks  tubuh sudah fokus dan merasa santai.
Kedua, jangan terlalu membuat gerakan begitu aktif atau kelewat dinamis, biasanya ketika berbuka tubuh akan merasa lebih cepat lemas dan tidak bersemangat, cukuplah memilih posisi yang mampu membuat Anda meraih kenikmatan bersama, namun tidak mudah membuat lelah.
Contohnya seperti posisi women on the top (missionaris), miring, bent over ataupun posisi doggie style dengan ritme gerakan seks yang tidak terlalu cepat.
Ketiga, cobalah mempersingkat waktu foreplay karena akan cukup menguras tenaga Anda.
Sebaliknya, lebih fokus pada tahap penetrasi sehingga Anda dan pasangan dapat lebih berkonsentrasi dengan kenikmatan atau momen orgasme ketika berhubungan seks.
Saran yang ketiga ini juga sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan pasangan agar tercipta rasa saling pengertian.
Yang terpenting dalam hubungan seks bukanlah berapa lama waktunya, melainkan kualitas hubungan seks itu sendiri yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan serta hubungan yang romantis.
Share: